HSE Consultant
October 7, 2008 by admin
Filed under HSE Consultant
Kami adalah Konsultan HSE Indonesia yang kompeten dan berpengalaman dalam memberikan jasa training, audit dan konsultasi Health, Safety, Environment (HSE), yaitu:
1. Occupational Health and Safety Management System based on OHSAS 18001:2007 / SMK3
2. Accident Investigations and Accident Reporting
3. Emergency Action Plans
4. Program Development and Implementation
5. Facility Audit and Recommendations
6. Behavioral Based Safety
7. Penyusunan Health and Safety Policy Documents
8. Risk Assessments
9. Fire Safety Management
10. Penyusunan Health and Safety Procedures, Manual
11. Occupational Health and Industrial Hygiene
12. Ergonomics
13. Contractor’s Safety Management System (CSMS)
14. Job Safety Analysis / Job Hazards Analysis
15. Site safety review or safety audit
16. Risk Management
17. HAZOPS / Hazards Operability Studies
18. Safety Diagnosis
19. Building Safety
20. Food Safety
21. Etc
cforms contact form by delicious:days
Konsultan OHSAS 18001
October 7, 2008 by admin
Filed under HSE Consultant
Berikut ini adalah tahapan dari pelaksanaan program konsultasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja berdasarkan OHSAS 18001:2007 yang kami tawarkan kepada perusahaan Bapak/Ibu:
1. FASE PRELIMINARY SURVEY
Tujuan Pelaksanaan:
1. Menganalisa sistem yang telah diterapkan dan membandingkannya dengan persyaratan OHSAS 18001
2. Mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan Sistem Manajemen K3 di perusahaan
3. Merencanakan program penerapan OHSAS 18001 secara lebih terperinci.
Pengembangan Program Kesehatan Kerja
October 7, 2008 by admin
Filed under HSE Consultant
I. PENDAHULUAN.
Bidang industri dan manufacture merupakan bidang yang banyak memberikan kesempatan kerja kepada rakyat. Namun bukan rahasia lagi bahwa semakin tinggi teknologi yang digunakan, semakin besar pula risiko yang timbul dari pekerjaan tersebut, yang harus di hadapi para pekerja. Karena itu pula, peraturan perundangan mewajibkan kepada pihak pengusaha untuk melaksanakan program-program perlindungan terhadap pihak pekerja, yang mana program tersebut tercakup dalam kegiatan Kesehatan Kerja dan Higiene Industri (Occupational Health and Industrial Hygiene) yang mengacu kepada hubungan timbal balik antara pekerjaan dan kesehatan kerja.
ILO / WHO mendefinisikan kesehatan kerja tersebut sebagai suatu usaha promosi dan pemeliharaan kesehatan fisik dan mental serta kesejahteraan pekerja setinggi-tingginya, dengan penekanan kepada pencegahan dari penyakit akibat kerja serta promosi kesehatan pekerja.
Konsultan Food Safety
September 27, 2008 by admin
Filed under HSE Consultant
I. PENDAHULUAN.
Setiap saat kita mendengar terjadinya keracunan makanan sebagai akibat penanganan bahan makanan yang salah. Keracunan makanan atau yang dikenal dengan food poisoning, sering terjadi dan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Disadari atau tidak, kejadian ini menimbulkan gangguan produktifitas kerja, dengan akibat timbulnya kerugian yang tak terbayangkan bagi perusahaan. Selain menimbulkan permasalahan kesehatan yang memakan biaya tidak sedikit, terhentinya produksi perusahaan baik karena sebagian pekerjanya sakit ataupun pekerja lain yang berhenti bekerja karena harus menolong korban, timbulnya permasalahan dari gugatan berkaitan dengan hukum dan menurunnya reputasi perusahaan, merupakan sumber kerugian lain bagi perusahaan. Untuk mencegah terjadinya hal seperti itu, maka sudah saatnya dilaksanakan usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bagi pelaksana penyaji/pengelola makanan (foodhandler) yang dalam hal ini berperan sebagai ujung tombak. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan penanganan makanan secara benar, dimulai dari penanganan bahan baku sampai kepada pengolahan dan penyajiannya. Dengan demikian akan terjadi perubahan perilaku (behaviour) kearah yang lebih higiene dan sehat. Disadari pula bahwa hal ini belum cukup. Komitmen pihak Manajemen perusahaan untuk mendukung program ini merupakan hal yang lebih penting lagi, dimana penyediaan infrastruktur yang memadai sehingga memungkinkan foodhandler bekerja dengan baik, serta menyadari pentingnya pelatihan seperti ini sebagai syarat utama dan akan sangat menunjang kearah tercapainya tujuan diatas. Tidak ketinggalan aspek medis dari foodhandler itu sendiri. Sesuai dengan peraturan-perundangan, pemantauan kesehatan dari para foodhandler harus dilaksanakan. Pemeriksaan kesehatan yang terarah sesuai dengan sifat pekerjaannya (“job-related”), diperlukan agar para penjamah makanan tersebut selalu dalam kondisi fit dan sehat, untuk mengolah makanan. Sehingga mampu menghasilkan makanan yang aman bagi pelanggan, bukannya malah menjadi sumber penularan penyakit.
Safety Diagnosis
September 24, 2008 by admin
Filed under HSE Consultant
Untuk mengurangi suatu kondisi ataupun aktifitas/tindakan membahayakan diperlukan suatu diagnosa yang kemudian dilanjutkan dengan perbaikan. Biasanya, keadaan membahayakan tersebut tidak tampak, karena setiap hari karyawan yang berada disekitarnya sudah terbiasa dengan keadaan yang sebetulnya membahayakan atau karyawan tidak tahu kalau dia berada dilingkungan yang membahayakan. Kalau kondisi tersebut selalu dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan, maka kecelakaan dan kerugian bisa terjadi. Tinggal tunggu waktu.
Semua kondisi dan tindakan berbahaya harus dihilangkan secepatnya agar kemungkinan bahaya kecelakaan, kebakaran dan penyakit akibat kerja tidak selalu mengintai terus.
Untuk itulah diperlukan diagnosis Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang akan mendiagnosa semua keadaan dan tindakan membahayakan, dan memberikan saran-saran perbaikannya. Perbaikan harus dilakukan secepatnya, agar semua kemungkinan kecelakaan dan penyesalan sampai kematian tidak terjadi.
TUJUAN.
- Mendata dan memberikan informasi semua kondisi dan aktifitas membahayakan yang ada dilingkungan kerja untuk dicarikan alternatif jalan keluar penyelesaiannya.
- Mempermudah manajemen dalam memprioritaskan perbaikan demi untuk meminimalkan kerugian akibat kecelakaan dan mengoptimalkan keuntungan Perusahaan.
- Meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan.





